top of page

Arswendo Atmowiloto Hidup untuk Menulis

Arswendo Atmowiloto tak pernah kehabisan ide dalam menulis. Pernah ditahan karena menghina Islam. Tetap berkarya dalam penjara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pengunjuk rasa dari berbagai kelompok mahasiswa Jakarta membawa spanduk dengan tuduhan Arswendo Atmowiloto telah menghina Islam pada November 1990. (Repro Suara Pembaruan)..

20 Jul 2019
5 menit membaca

Diperbarui: 15 Okt

RAMBUT gondrongnya masih basah. Disisir ke belakang. “Baru mandi, nih,” kata Arswendo Atmowiloto kepada saya dan seorang kawan di halaman rumahnya, Petukangan Selatan, Jakarta. Dia lalu mempersilakan saya dan seorang teman masuk ruang kerjanya. Kami menemuinya pada suatu hari tahun 2015 untuk keperluan penulisan artikel Historia.ID.


Ruang kerja Wendo ramai beragam barang. Dindingnya penuh foto diri, karikatur wajah, dan bingkai penghargaan. Kasur lipat berada di belakang kursi kerjanya. Sudut lainnya berisi komputer lawas dengan floppy disk. Ada juga sebuah mesin tik klasik. Di ruang ini Wendo menulis selama puluhan tahun. Kalau lelah, dia gelar kasur lantas tertidur pulas.


Wendo hidup dari menulis. Dia mengaku tak punya pekerjaan selain menulis. Kegiatan lainnya kelanjutan dari menulis. Dari menjadi produser, direktur, suami, bapak, sampai narapidana. “Pengalaman itu semua hanya berawal dari satu profesi. Sebagai penulis, pengarang,” ujar Wendo.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
For Indonesia reconciliation is a necessity, yet it will not be easy to achieve.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Dihelat 12 tahun pasca-berdirinya AFF. Gelaran perdananya dinodai skandal pengaturan skor.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Kartini adalah sang pemula dari proses revolusi nasional.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Selain menyajikan kemegahan peradaban masa lalu, film dokumenter ini juga berpesan tentang kerukunan umat beragama di Muarajambi.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
transparant.png
bottom of page