- 15 Agu 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 13 Jul
TEKA-TEKI penyebaran manusia di bumi terus menjadi topik yang menarik. Baru-baru ini para arkeolog menemukan artefak resin tertua di Raja Ampat yang bisa menjadi petunjuk penting bagaimana nenek moyang manusia bisa sampai ke benua Australia.
Temuan itu didapatkan oleh tim arkeologi dari Universitas Oxford, Universitas Gadjah Mada, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam penggalian di Gua Mololo di Pulau Waigeo, Raja Ampat. Temuan tersebut dipublikasikan di jurnal Antiquity, 13 Agustus 2024.
Artefak resin tersebut berbentuk persegi, berukuran sekitar 1.35 cm di setiap sisinya, dan memiliki tebal 5 milimeter. Penanggalan radiokarbon menunjukkan usianya berkisar 55.000 hingga 50.000 tahun. Hal ini menjadikannya sebagai artefak dari tumbuhan tertua yang pernah ditemukan di luar benua Afrika. Selain itu, memberikan bukti pergerakan populasi global menuju Pasifik lebih dari 50.000 tahun lalu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















