top of page

Penemuan Mosaik Satir Yunani Kuno

Sebuah lantai mosaik yang berasal dari abad ke-4 SM ditemukan di Eretria. Menjadi penanda kelas sosial bagi pemilik rumah di zaman Yunani Kuno.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lantai mosaik yang menampilkan satir, makhluk mitologi Yunani. (Kementerian Kebudayaan Yunani).

  • 8 Agu 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 24 Mei

JEJAK-JEJAK permukiman Yunani kuno kembali ditemukan. Kali ini, sebuah lantai mosaik yang diduga berasal dari sekitar pertengahan abad ke-4 SM atau Periode Yunani Klasik Akhir terkuak di situs arkeologi Eretria, kota pesisir Yunani yang terletak di Pulau Evia.


Menurut pernyataan dari Kementerian Kebudayaan Yunani pada Sabtu, 3 Agustus 2024, lantai mosaik ini ditemukan secara tak sengaja selama pemasangan pipa air proyek pemerintah. Mosaik bulat berdiameter 1.13 meter menampilkan dua sosok pria yang merepresentasikan makhluk mitologi Yunani bernama satir. Satir berwujud setengah manusia dan setengah hewan, ditandai dengan adanya ekor, tanduk, dan telinga runcing.


Lantai mosaik ini berada di reruntuhan bangunan yang dulunya adalah sebuah rumah mewah di Eretria kuno. Ia terbuat dari batu kerikil alami. Susunan batu berwarna putih membentuk badan dari kedua satir. Batu berwarna-warni digunakan untuk menampilkan fitur wajah, terutama rambut mereka yang kuning terang.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
bg-gray.jpg
Setelah kembali ke Indonesia, Ahmad Subardjo menjadi pengacara yang diawasi ketat oleh pemerintah kolonial Belanda. Menepi dari aktivitas politik, Subardjo pergi ke Jepang.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
Pada 3 Juli 1922, Suwardi mendirikan sebuah perguruan di Yogyakarta untuk anak-anak bumiputera bernama Taman Siswa.
 Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Juri memilih Historia sebagai media partner yang paling inovatif dalam menyajikan konten sejarah populer
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
transparant.png
bottom of page