- 8 Nov 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 31 Jan
SINEAS Misbach Yusa Biran tak kuasa menolak penunjukan dirinya sebagai ketua Komisariat Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi), lembaga kebudayaan milik NU, di Jakarta. Tapi dia juga mengajukan syarat: tak mau menjadi anggota partai.
“Motivasi atau niat saya hanyalah melawan PKI/Lekra,” tulis Misbach dalam testimoninya untuk buku Lesbumi: Strategi Politik Kebudayaan karya Choirotun Chisaan. Lekra atau Lembaga Kesenian Rakyat adalah lembaga kebudayaan yang berafiliasi pada Partai Komunis Indonesia (PKI).
Lesbumi dimotori tiga seniman terkemuka saat itu: Djamaluddin Malik, pengusaha dan pendiri Perseroan Artis Indonesia (Persari); Usmar Ismail, sineas dan pendiri Persatuan Film Nasional Indonesia (Perfini); serta Asrul Sani, seorang sastrawan sekaligus sutradara.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












