top of page

Bali Sebelum Dikuasai Majapahit

Para raja silih berganti memerintah di Bali. Ada yang disegani, ada pula yang membawa kehancuran.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Relief candi yang menggambarkan kehidupan masyarakat Bali. (Wikimedia Commons).

  • 14 Jul 2019
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 30 Apr

SEBELUM balatentara Majapahit pimpinan Mahapatih Gajah Mada datang, Bali telah diperintah oleh banyak raja. Mereka silih berganti memberi pengaruh yang kuat. Banyak perubahan yang dibawa oleh mereka, termasuk sistem pemerintahan yang sebelumnya tidak dikenal oleh rakyat Bali.


Dinasti Marwadewa menjadi penguasa paling termasyhur di Bali. Keturunannya mampu mempertahankan kekuasaan selama lebih dari satu abad, hampir tanpa konflik internal. Tetapi jauh sebelum dinasti itu berkuasa, Bali telah membangun bentuk kenegaraan di bawah pimpinan Singha Mandawa.


Singa Mandawa adalah sebuah kerajaan yang ada di wilayah Panglapuan. Pada eranya, seluruh rakyat Bali menyatakan tunduk dan menghamba. Walau kekuasaannya tidak terlalu lama, yakni hanya 60 tahun, tetapi pengaruhnya cukup besar. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Anak muda putus sekolah dan menganggur menjadi problem di banyak daerah di Indonesia. Di Jombang, sebuah kota kecil di Jawa Timur, mereka diberikan keterampilan praktis dan praktik lapangan lalu dikirim ke Lampung dalam program Transmigrasi Pramuka.
bg-gray.jpg
The United States’ hydrogen bomb tests in the Eniwetok Atoll in the Pacific alarmed a member of the Indonesian House of Representatives, who urged the government to mobilize opposition on the international stage.
bg-gray.jpg
Jenderal Soedirman mendukung Persatuan Perjuangan yang digagas Tan Malaka. Namun, dia kemudian meninggalkan kawan sehaluan setelah terjadi peristiwa kudeta 3 Juli 1946.
bg-gray.jpg
Setelah Sutan Sjahrir dibebaskan, para pengikut Tan Malaka menyodorkan konsepsi untuk disetujui Sukarno. Hatta menyadari sedang terjadi kudeta.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
A deep and balanced understanding about the events in 1959-1969 is required to achieve reconciliation.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Brompton bukan sepeda lipat pertama di dunia. Tapi mengapa ia begitu terkenal?
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
Bak kanker kronis, rasisme tetap tumbuh di lapangan hijau. Mencoreng keindahan sepakbola.
transparant.png
bottom of page