top of page

Batavian Elite's Lavish Funeral Ceremony

Batavia's elite made funeral ceremonies a showcase for luxury. The government was outraged and imposed several restrictions.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Funeral procession of Governor-General Jacob Mossel, 1761. (Rijksmuseum Amsterdam).

15 Jul 2024
5 menit membaca

SHOWING off luxury was common for Batavian citizens during the VOC colonial era. The Batavian elite showed off their wealth not only when going to church, where they would be accompanied by several slaves carrying umbrellas and fans, but also in various events such as wedding ceremonies and funerals. Dutch archivist Frederik de Haan in Oud Batavia-Volume II revealed that funerals gave everyone the opportunity to look attractive in all situations.  

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page