top of page

Belajar Membaca dari Bung Hatta

Menelaah dan memahami isi buku halaman demi halaman. Demikian Bung Hatta memenuhi panggilan hidupnya sebagai negarawan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bung Hatta, wakil Presiden RI pertama, 16 Agustus 1955. (Gahetna).

20 Sep 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 31 Jan

WAKIL Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka mengaku tidak suka baca buku. Pengakuan itu terungkap saat Gibran berbincang dengan Najwa Shihab, duta baca Indonesia, dalam peresmian Pojok Baca di Kedai Markobar Makassar pada Oktober 2017. Gibran memang tengah disorot atas jejak digitalnya di masa silam sebelum terjun ke dunia politik. Pengakuan itu sendiri berlangsung saat Gibran masih menjalankan bisnis kuliner martabak Markobar-nya.


Dalam video lawas yang kembali viral itu, Gibran mengatakan lebih suka membaca komik ataupun bacaan yang ringan. Di luar itu, dia lebih suka main gim di konsol Playstation. Seturut pengakuannya lagi, tradisi literasi memang tidak mengakar dalam keluarga putra sulung Presiden Joko Widodo itu.


“Sebenarnya budaya baca buku di rumah saya nggak ada. Ya itu tadi pada baca buku komik, main PS,” kata Gibran yang kemudian disambut gelak tawa oleh Najwa.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page