top of page

Berburu Teripang ke Negeri Kanguru

Pelaut Makassar berlayar ke Australia untuk mencari teripang, jauh sebelum orang Barat mengenal benua itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pelaut Makassar di Victoria, Port Essington, 1845, karya H.S. Melville dalam The Queen , 8 Februari 1862. (nma.gov.au).

11 Feb 2015
4 menit membaca

BENTUK teripang lonjong dan berlendir, menjijikan bagi kebanyakan orang. Tapi teripang telah menjadi komoditas mahal sejak berabad-abad silam. Dan karena itu pelaut Nusantara mencarinya hingga ke negeri seberang.


Juni 1841, Kapten Owen Stanley bersama koleganya, George Windsor Earl, menyusuri perairan utara Australia. Tujuannya meningkatkan aktivitas perdagangan di wilayah permukiman yang baru saja mereka rintis, Port Essington, Semenanjung Cobourg, utara Australia. Mereka sampai di desa Dobbo, utara kepulauan Aru, pada 23 Juni 1841. Di sana mereka bertemu pedagang Makassar dengan perahu besarnya memuat hasil-hasil laut yang akan dijual di Makassar. Salah satunya teripang yang berasal dari Kepulauan Aru dan pantai utara Australia.


Sekira 38 tahun sebelumnya, Matthew Flinder, seorang navigator dan pembuat peta, bertemu secara tak sengaja dengan enam perahu di sekitar pantai Arnhem Land sebelah utara Australia. Dia baru saja mengitari perairan tersebut untuk merampungkan pembuatan peta. Berkat bantuan penerjemah, dia berhasil menggali keterangan dari awak perahu. “Pelaut Makassar dengan baik hati menunda perjalanan pulangnya agar bisa memberikan informasi tentang aktivitas pelayarannya,” tulis Denise Russel dalam “Aboriginal-Makassan Interactions in the Eighteenth and Nineteent Centuries in Northern Australia and Contemporary Sea Right Claims”, Australian Aboriginal Studies, 2004/1.


Findler lalu mencatat pertemuan tersebut dalam jurnal hariannya yang diterbitkan dengan judul A Voyage to Terra Australis pada 1814. Jurnal itu menjadi catatan awal pertemuan orang Barat dengan pelaut Makassar yang mencari teripang hingga ke pantai utara Australia.


Dalam catatannya, Findler melihat pelaut-pelaut itu akrab dengan orang-orang Aborigin. Mereka barter barang. Aktivitas inilah yang membuat beberapa arkeolog dan antropolog, misalnya Baudin, menduga kontak antara orang Makassar dan Aborigin telah terjalin selama beberapa abad sebelumnya. Pendapat ini disandarkan pada bukti arkeologis berupa lukisan perahu dan pelaut Makassar dalam susunan batu di wilayah Yirkalla, di daerah Arnhem Land.


A.A Cense dan H.J. Heeren termasuk sejarawan yang meyakini pencarian teripang di pantai utara Australia telah dimulai sejak abad ke-17 atau sebelumnya. Sejarawan maritim A.B. Lapian dalam Pelayaran dan Perniagaan NusantaraAbad ke-16 dan 17 menyebutkan, pada masa itu jejak kembara pelaut Makassar memang telah hampir meliputi seluruh perairan Nusantara. Aceh, Kedah, Kamboja, Kei (Kepulauan Aru) Ternate, Berau (Kalimantan), dan Sulu (Filipina) adalah beberapa wilayah yang dijelajahi pelaut Makassar. Ada kemungkinan mereka juga berlayar sampai Australia dan bertemu dengan orang-orang Aborigin, jauh sebelum orang Barat menemukan benua Australia.


Penjelajahan luas pelaut Makassar diakui Anthony Reid, ahli sejarah Asia Tenggara. Tapi pencarian teripang hanya mungkin dimulai ketika pedagang Tionghoa telah mengunjungi Makassar. Sebab, mereka merupakan pembeli utama teripang dari pantai utara Australia itu. “Tidak ada bukti yang menunjukkan pedagang-pedagang Cina pernah berkunjung ke Sulawesi Selatan sebelum abad ke-17,” tulis Anthony Reid dalam Sejarah Modern Awal Asia Tenggara. Pedagang Tionghoa mengunjungi Makassar pada mula abad ke-17 saat Makassar tumbuh sebagai pelabuhan dagang internasional.


Pedagang Tionghoa mempercayai khasiat teripang sebagai obat. Selain itu, mereka mengonsumsi teripang sebagai makanan yang bercita rasa ciamik. Mereka berani membeli teripang dengan harga sangat tinggi setelah mengetahui kegunaannya sejak tahun 1500-an. Sementara itu, pelaut Makassar sedia berlayar ke negeri seberang untuk mencarinya. Mereka menyiapkan perahu di musim hujan kala angin bertiup ke arah barat laut, di penghujung tahun, November atau Desember.


Mereka mempunyai keahlian membaca arah. Orangtua mereka mengajarkannya secara turun-temurun. Kompas mereka adalah bintang sedangkan petanya bisa berupa intuisi. Mereka juga dibekali dengan kotika tilliq, naskah-naskah dalam bahasa daerah yang membantu mereka mengenali perahu jahat atau baik. Setibanya di Marege –sebutan pelaut Makassar untuk pantai utara Australia– mereka tak selalu disambut dengan baik oleh orang-orang Aborigin.


Orang Aborigin di sepanjang pantai utara Australia, dari Cape York hingga Kimberley dan sekitarnya, bukan merupakan kesatuan. Mereka terdiri dari beragam sub-Aborigin. Daerah pulau Melville begitu waspada dengan orang asing dan melarang orang Makassar mencari teripang. Di pulau Tiwi lebih gawat lagi; beberapa orang Makassar terbunuh akibat konflik dengan Aborigin. Sedangkan di Arnhem Land, orang Aborigin menjalin hubungan baik dengan para pelaut Makassar.


Orang Makassar mengandalkan kemampuan menyelam orang Aborigin untuk mendapatkan teripang. Selain memakai tenaga orang Aborigin, pelaut Makassar mencari sendiri teripang dengan cara menombak dari perahu. Perairan pantai utara Australia termasuk dangkal. Teripang terbaik seringkali tampak jelas di permukaan sehingga mudah ditombak. Teripang hasil tangkapan kemudian dibelah, dibersihkan, direbus, dan diasapi.


Pekerjaan mencari teripang berlangsung selama sekira empat-lima bulan. Para pelaut Makassar bekerja sembari berkomunikasi dengan orang Aborigin. Ini kelak menciptakan peninggalan budaya Makassar di komunitas Aborigin hingga sekarang. Dari bahasa, orang Aborigin mengadopsi kata Balanda untuk memanggil orang kulit putih. Selain itu, kebiasaan orang Makassar memasang tiang layar saat akan pulang di bulan Juli dan Agustus diterapkan orang Aborigin dalam upacara kematian. Sementara orang Aborigin mengajari orang Makassar, yang mereka sebut Manggadjara atau Munanga, cara berburu. Interaksi ini merentang waktu hingga tiga abad lamanya.


Heather Sutherland, profesor dari Universitas Vrije, Amsterdam, dalam “Trepang and Wangkang: The China Trade of Eighteenth Century Makassar c 1720s-1840s”, Journal KITLV volume 156 tahun 2000, menyajikan data pengangkutan teripang dari pelabuhan Makassar ke Amoy, sebuah daerah di Tiongkok. Tiap sepuluh tahun jumlah pengangkutan itu meningkat hingga abad ke-19. Melihat peningkatan jumlah itu, Inggris yang telah menjadikan Australia sebagai koloni segera mengeluarkan pembatasan pencarian teripang bagi pelaut dari luar Australia. Inggris memberlakukan surat izin pencarian teripang mulai 1882 dan melarangnya pada 1906.


Sejak itu berakhirlah pencarian teripang pelaut Makassar di pantai utara Australia. Meski begitu, mengkonsumsi teripang masih dilakukan sampai sekarang. Harganya pun cukup mahal.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Ada banyak cara memecahkan masalah kepadatan lalu-lintas ibukota. Salah satunya dengan menebeng.
Lorong Zaman Puasa
Lorong Zaman Puasa
Akankah Jakarta dengan Formula E-nya bakal menambah panjang daftar sirkuit jalanan dari masa ke masa?
Akankah Jakarta dengan Formula E-nya bakal menambah panjang daftar sirkuit jalanan dari masa ke masa?
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
Berbagai benda bersejarah di dalam ruang penyimpanan koleksi Museum Provinsi Sulawesi Tenggara hilang dibobol maling. Tak ada petugas keamanan dan CCTV.
Sejarah mencatat raket Christian Hadinata dkk. pernah menyabet emas olimpiade 20 tahun sebelum Susi Susanti.
Sejarah mencatat raket Christian Hadinata dkk. pernah menyabet emas olimpiade 20 tahun sebelum Susi Susanti.
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
K-Pop, budaya Korea yang ikut mengguncang penutupan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.
transparant.png
bottom of page