Diperbarui: 5 Agu
SEWAKTU terjadi pemberontakan PKI di Madiun, Herman Sarens Sudiro baru berusia 18 tahun. Dia tergabung dalam Tentara Pelajar Siliwangi sebagai komandan Kompi Banjar. Bersama pasukan kompinya, Herman Sarens turut hijrah dari Jawa Barat ke Yogyakarta pada 1948. Pada saat itulah, pasukan Divisi Siliwangi dikerahkan untuk menumpas orang-orang PKI pimpinan Musso.
“Orang-orang PKI menggedor bank. Nah, ketika kita menyerbu orang-orang PKI itu, mereka pada mati, banyak yang membawa besek, bawa berlian, emas, ya kita rampas,” kenang Herman setelah purnawirawan dalam majalah Tiara, No. 63, 11-24 Oktober 1992.
Menurut Herman, harta rampasan itu dipergunakan pasukannya sebagai bekal perjalanan pulang dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Kalau di tengah perjalanan mereka menemui penjual makanan, berlian, cincin, dan perhiasan yang dirampas dari orang-orang PKI itu dibarter dengan makanan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












