top of page

Berjuang Sambil Menjarah di Tengah Perang

Kisah penjarahan dalam perang kemerdekaan. Mulai dari harta rampasan orang PKI hingga logistik Belanda turut disikat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pejuang Kemerdekaan menangkap seorang pelaku pemberontakan PKI Madiun, 25 Oktober 1948. Sumber: nationaal Archief.

1 Mar 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 5 Agu

SEWAKTU terjadi pemberontakan PKI di Madiun, Herman Sarens Sudiro baru berusia 18 tahun. Dia tergabung dalam Tentara Pelajar Siliwangi sebagai komandan Kompi Banjar. Bersama pasukan kompinya, Herman Sarens turut hijrah dari Jawa Barat ke Yogyakarta pada 1948. Pada saat itulah, pasukan Divisi Siliwangi dikerahkan untuk menumpas orang-orang PKI pimpinan Musso.


“Orang-orang PKI menggedor bank. Nah, ketika kita menyerbu orang-orang PKI itu, mereka pada mati, banyak yang membawa besek, bawa berlian, emas, ya kita rampas,” kenang Herman setelah purnawirawan dalam majalah Tiara, No. 63, 11-24 Oktober 1992.


Menurut Herman, harta rampasan itu dipergunakan pasukannya sebagai bekal perjalanan pulang dari Jawa Tengah ke Jawa Barat. Kalau di tengah perjalanan mereka menemui penjual makanan, berlian, cincin, dan perhiasan yang dirampas dari orang-orang PKI itu dibarter dengan makanan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page