top of page

Biang Kerok di Balik Wabah Pes

Sebelum diketahui penyebabnya, orang Eropa menyebut pes dengan Black Death. Penelitian yang dilakukan beberapa abad setelahnya membuktikan pes bukan disebabkan tikus.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bagian tubuh yang menghitam ketika terkena pes membuat penyakit ini disebut Black Death pada abad ke-14 di Eropa.

20 Jul 2019
3 menit membaca

PENYAKIT pes tidak begitu dikenal hari ini. Teknologi kedokteran berhasil memberantas penyakit mematikan inisejak lama. Tak ada pes yang mengerikan seperti di abad pertengahan.


Namun, pes masih tetap eksis kendati sedikit. WHO mencatat, sepanjang 2010-2015 ada 3248 kasus pes di dunia dengan 584 kematian. Epidemi paling parah terjadi di Kongo, Madagaskar, dan Peru.


Di Indonesia, pes sudah hampir dilupakan. Padahal, penyakit ini pernah amat menakutkan kala mewabah di Malang dan menyebar ke seantero Jawa pada paruh pertama abad ke-20. Keadaan itu membuat pemerintah kolonial Belanda serius menanganinya lantaran ada pengalaman pahit wabah pes di Eropa yang membunuh 60 persen populasi. Peristiwa mengerikan yang terjadi pada abad ke-14 itu dikenal dengan nama Black Death.


Penderita Black Death akan mengalami kematian jaringan pada ujung jari tangan, kaki, atau hidung hingga warnanya menghitam. Dunia medis menamakan pes jenis ini septicemic plague, yang menyerang aliran darah. Jenis ini paling berbahaya karena penderitanya bisa mati bahkan sebelum gejala muncul. Penyakit ini ditandai dengan pendarahan, bagian tubuh yang menghitam, nyeri perut, diare, muntah, demam, dan lemas.


Namun, sejatinya ada tiga jenis serangan penyakit pes. WJ Simpson dalam A Treatise On Plague menyebut, jenis pes lainnya ialah bubonic plague, yang menyerang sistem limfatik (sistem imun). Gejala pes limfatik muncul setelah penderita tiga hari terjangkit. Penderita pes jenis ini akan mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening yang terdapat di lipatan paha, ketiak, atau leher. Benjolan ini terasa lunak dan hangat ketika dipegang. Gejala lain umumnya berupa demam, menggigil, pusing, lemas, nyeri otot, serta kejang.


Pes juga bisa menyerang paru-paru (pneumonic plague). Pes jenis ini, yang disebabkan bakteri yersinia pestis, paling cepat mengakibatkan kematian. Gejalanya bisa terlihat dalam beberapa jam setelah seseorang digigit kutu tikus. Begitu terinfeksi, penderita akan sesak nafas hingga batuk-batuk. Gejala lain yang ditermui bila terinfeksi ialah batuk darah, muntah, demam tinggi, pusing, serta lemas.


“Setelah mewabah di Eropa dan mematikan banyak orang, ahli medis belum tahu persis penyebabnya. Lalu dilakukan banyak penelitian sampai akhirnya ditemukan bakteri yang terdapat di kutu tikus tahun 1800-an,” kata Martina Safitry, dosen sejarah IAIN Surakarta yang pernah meneliti sejarah wabah pes di Jawa untuk tesisnya, kepada Historia.


Penemuan bakteri yersiniapestis sendiri terjadi ketika wabah pes mencapai Hong Kong pada 1894. Ahli bakteriologi Jepang Shibasaburo Kitasato berangkat untuk meneliti penyakit itu pada Juni 1894. Di saat bersamaan, Alexandre Yersin dari Institute Pasteur juga berangkat ke Hongkong atas perintah menteri kolonial Prancis. Keduanya menemukan jenis bakteri baru dalam tubuh pasien pes dan organ tikus mati di daerah wabah.


Kitasato menjadi orang pertama yang mempublikasikan temuan mikroorganisme baru, di jurnal kesehatan The Lancet pada 25 Agustus 1894. Namun, identifikasi bakteri baru yang dilakukan Kisato diragukan karena keterbatasan teknis. Maka, deskripsi Yersin yang dipublikasikan setelahnya yang dianggap lebih akurat. Pada 1970, nama Yersin kemudian dipakai untuk menyebut bakteri penyebab pes, yersinia pestis.


Menurut Hartmut Dunkelberg dalam “The History of The Plague and The Research on The Causative Agent Yersinia Pestis”, sebelum nama Yersin dipakai untuk menyebut penyebab penyakit, nomenklatur yang digunakan antara lain bakteri pestis hingga 1900, bacilluspestis hingga 1923, dan pasteurellapestis, merujuk lembaga yang menaungi Yersin.


Temuan Kitasato dan Yersin menggiatkan penelitian tentang penyakit pes. Pada akhir abad ke-19, beberapa peneliti mencari pola-pola penyebaran wabah dan cara-cara penularan pes. Masanori Ogata, misalnya, meneliti penyebaran pes di Taiwan pada 1896. Ia menemukan bahwa cairan tubuh kutu yang masuk ke dalam tubuh tikus bisa menyebabkan binatang pengerat itu terkena pes. Dari sini anggapan bahwa tikus sebagai penyebab pes tidak sepenuhnya benar. Kutu-kutu tikuslah yang jadi biang kerok.


Hasil riset Ogata serupa dengan temuan Paul-Louis Simond yang meneliti pes di India. Simond menemukan peran besar kutu tikus dalam penyebaran pes. Pada 1902 di Marseille, J.C. Gauthier dan A. Raybaud meneliti dengan menempatkan dua tikus pada kandang yang disekat jala. Kandang ini memungkinkan kutu berpindah tempat tanpa ada kontak antartikus. Mereka menggunakan dua spesies kutu yang berbeda dalam percobaan ini. Hasilnya, mereka menemukan pes dapat ditularkan antardua tikus tanpa kontak tubuh langsung. Kutu-kutu tikuslah yang bekerja dengan melompat dari satu inang ke inang lain.


“Ketika pes melanda Jawa, penelitian yang telah dilakukan sebelumnya jadi bekal ahli medis Belanda memberantas pes di negeri jajahan. Tikus-tikus yang mati langsung diperiksa,” kata Martina.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Merekam warga Jakarta dalam merayakan hari kemerdekaan Indonesia tahun ini. Antusiasme yang muncul lagi usai hampir dua tahun menghilang.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Ini tentang simbol profesi medis, awal mula apotek, larangan eksperimen bedah hewan, inseminasi buatan, cangkok jantung, dan golongan darah.
Sebuah jalan dan bangunan di salah satu sudut kota Roma, Italia. Sarat makna dan nilai historis.
Sebuah jalan dan bangunan di salah satu sudut kota Roma, Italia. Sarat makna dan nilai historis.
Pelatih veteran yang gemilang di Afrika hingga dijuluki Dukun Putih. Namun, dia apes saat empat kali bersua timnas Indonesia.
Pelatih veteran yang gemilang di Afrika hingga dijuluki Dukun Putih. Namun, dia apes saat empat kali bersua timnas Indonesia.
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
transparant.png
bottom of page