top of page

Bukan Belanda yang Kristenkan Sumatra Utara, Tetapi Jerman

Bukan Belanda, zending asal Jerman yang paling berjasa dalam Kristenisasi di Sumatra Utara.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ludwig Ingwer Nommensen, pelopor penginjil di Tanah Batak. (Wikimedia Commons).

23 Des 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 24 Des 2025

SABTU memang tak ada perkuliahan di Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Sumatra Utara. Tapi hari itu, 14 Desember 2024, kampus IAKN tetap ramai. Mahasiswa-mahasiswa yang datang untuk belajar atau sekadar kumpul teman tetap banyak. Mereka terlihat begitu riang di kampus yang terletak di arah menuju Siborong-borong dekat Danau Toba yang berhawa sejuk itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page