top of page

Bung Karno dan Hari Anak

Hari Anak Nasional pernah diperingati setiap tanggal 6 Juni, hari lahir Sukarno. Apa dasarnya?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden dan Ibu Negara Fatmawati bersama anak-anak dalam peringatan Pekan Kanak-kanak pada 18 Mei 1952. (Perpusnas RI).

  • 23 Jul 2018
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 23 Jul

ANDA mungkin tersenyum haru melihat keakraban Presiden Sukarno dengan anak-anak dalam tayangan video yang sempat menjadi viral tahun lalu. Bung Karno memang dikenal dekat dengan anak-anak. Pada masanya, Bung Karno mengubah sebuah gazebo di tengah lapangan hijau yang menghubungkan Istana Negara dan Istana Merdeka menjadi kelas Taman Kanak-kanak (TK). Putra-putrinya bersekolah di sana. Juga anak-anak dari staf Istana dan penduduk sekitar.


Chappy Hakim, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (2002-2005), salah satu muridnya. Kala itu keluarga Chappy tinggal di Jalan Segara (sekarang Jalan Veteran), dekat dari Istana.


“Sekolah TK di Istana sangat menyenangkan, karena jadwalnya hanya nyanyi-nyanyi, bermain, minum susu, dan terkadang mendapat sup masakan Istana yang istimewa,” kenang Chappy dalam catatan blognya yang dibukukan dengan judul Cat Rambut Orang Yahudi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo menjadi menteri luar negeri pertama tetapi tidak berlangsung lama. Setelah berganti pemerintahan, Subardjo hidup dari penjara ke penjara semasa revolusi.
transparant.png
bottom of page