top of page

Chris John Antara Tinju dan Wushu

Sebelum mendunia lewat tinju pro, Chris John langganan prestasi wushu. Kini estafet prestasinya diteruskan kedua putrinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Yohannes Christian ‘Chris’ John yang mengharumkan Merah Putih lewat wushu dan tinju (Dok. Historia.ID).

22 Sep 2022
5 menit membaca

Diperbarui: 2 hari yang lalu

MARIA Rosa Christiani, putri mantan bintang tinju Indonesia Chris John, mengikuti jejak kesuksesan ayahnya mengecap prestasi. Maria mengalungi medali emas nomor taolu kelas A (senior) di Jatim Open Wushu Championship pada Minggu (18/9/2022) lalu.


Kejuaraan Jatim Open itu jadi pembuka dari rangkaian agenda Kejurnas Wushu, 16-22 September 2022. Ajang tersebut sebagai persiapan Indonesia menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Wushu Junior, 2-11 Desember 2022.


Sebelumnya, putri pertama Chris John, Maria Luna Ferisha, juga menggeluti wushu. Atlet putri yang akrab disapa Fey itu tercatat pernah menyabet medali perak di nomor taichi pada Kejurnas Wushu 2019.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page