Diperbarui: 9 Jul
LIMA orang polisi pamong praja menyambut kami di depan rumah dinas wali kota Cilegon, Rabu dua pekan lalu. Satu di antaranya, bertubuh tambun dengan pakaian seragam ketat, membuat kancing-kancingnya hampir copot, melayani pertanyaan kami dengan baik hati. Tak semua tahu sejarah, tapi mereka semua bisa menjawab secara meyakinkan kalau rumah dinas pejabat tertinggi di kotanya itu adalah bangunan dari zaman Belanda.
“Iya ini asli bangunan Belanda. Dulu rumahnya asisten residen, di sebelah sana kantornya,” ujar polisi pamong praja itu, sebut saja Samin, menunjuk ke sebelah kiri rumah dinas walikota.
Rumah dinas bersejarah itu tampak sedang diperbaiki. Aroma cat terpapar menyengat hidung. Di beberapa sudut, tukang-tukang tekun mengerjakan tugasnya: memperbaiki atap, merapikan letak genteng, mengecat tembok, dan membersihkan beberapa bagian ruangan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












