top of page

Dari Seteru Jadi Sekutu

Pernikahan menjadi strategi untuk mengatasi lawan dan mengamankan jabatan. Sehingga mertua-menantu-mertua ini pun berturut-turut menjabat gubernur jenderal VOC.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Gubernur Jenderal VOC Joan van Hoorn. (Wikimedia Commons).

22 Jun 2023
4 menit membaca

PERNIKAHAN memberikan jalan pintas bagi kaum elite di Batavia untuk memperkuat aliansi dan mempertahankan kekuasaannya di wilayah koloni. Pada masa kekuasaan VOC (1620–1800), para pejabat yang menduduki posisi-posisi strategis seperti gubernur jenderal, direktur jenderal hingga anggota Dewan Hindia menjalin hubungan keluarga satu sama lain. Hal ini terjadi karena, dalam komunitas kecil di Batavia, para imigran Eropa yang baru tiba dan pejabat-pejabat kompeni cenderung memilih untuk menikahi perempuan-perempuan elite di kota itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page