top of page

Di Balik Lagu-lagu Benyamin Sueb

Awalnya Benyamin Sueb membawakan lagu-lagu pop Barat. Larangan lagu ngak-ngik-ngok oleh Presiden Sukarno bikin dia banting setir.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Benyamin Sueb.

14 Jul 2010
3 menit membaca

Diperbarui: 5 Mar

BANYAK pemusik dan penyanyi memutar haluan ke lagu pop Indonesia. Sebagian lagi lari ke keroncong. Pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), dilarang keras segala bentuk lagu yang beraroma Barat. Sehingga musik keroncong mengalami masa jayanya, meskipun hanya seumur jagung.


Tapi Ben menjejak bumi, dia membawakan lagu irama Betawi (gambang kromong). Suatu langkah yang penuh tantangan, karena dicibir banyak orang. Ben tetap di wilayah ”musik kampungan” itu. Malah kemudian menciptakan lagu Gambang Kromong yang modern, diiringi musik tradisi yang diperkuat organ, trompet, gitar listrik, dan lain-lain. Lagu Gambang Kromong modern ala Ben tidak hanya disukai warga Betawi, tapi juga masyarakat luas.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
transparant.png
bottom of page