top of page

Di Mana Arsip Pater Beek?

Pater Beek diduga kuat terlibat aksi propaganda bagi umat Katolik dalam penumpasan PKI. Disebut-sebut punya pertautan dengan agenda CIA.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pater Beek, SJ. (Repro Pater Beek SJ: Larut Tetapi Tidak Hanyut karya JB Soedarmanta).

20 Jan 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Mei

PARTAI Komunis Indonesia (PKI) menemui ajal setelah Gerakan 30 September (G30S) gagal. Selain tentara, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) kemudian terlibat dalam penumpasan orang-orang PKI di Indonesia. Mereka tergabung dalam Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September (KAP-Gestapu). Arsip-arsip dari beberapa ormas tadi merekam apa yang terjadi pada tragedi 1965, antara lain Arsip Nahdlatul Ulama (NU) dan Arsip Muhammadiyah. Kedua organisasi keagaaman ini turut andil dalam pemberantasan PKI pasca-G30S.


“Arsip mengenai 1965 bukan berasal dari organisasi Islam saja. Ada organisasi non-Islam yang mempunyai arsip tentang Peristiwa 1965, misalnya arsip Pater Beek,” ungkap sejarawan Asvi Warman Adam dalam “Ekspose Penerbitan - Sumber Arsip PKI dari Tiga Negara” di kanal Youtube Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) yang tayang pada 17 Januari 2025.


Pater Beek yang dimaksud Asvi adalah Josephus Gerardus Beek, seorang pemuka Katolik di Indonesia dari Serikat Jesuit. Lahir di Amsterdam, Belanda pada 12 Maret 1917, Beek mulai menjalani tugas pelayanannya sebagai pastur di Indonesia sejak usia muda. Seperti disebut dalam Ensiklopedia Sejarah Indonesia, Beek merupakan tokoh yang pengaruhnya begitu misterius dalam perpolitikan di Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page