Diperbarui: 10 Okt
PERANG Pasifik memaksa negara-negara Sekutu di Asia Tenggara, termasuk Hindia Belanda sebagai yang terbesar, mempertahankan wilayah-wilayah mereka berikut kekayaan yang terdapat di dalamnya sekuat tenaga. Perang yang dimulai oleh militer Jepang itu pula yang membuat pemuda Boediardjo “berkelana” ke banyak tempat di Asia Tenggara.
Boediardjo merupakan operator radio telegraf di kesatuan zeni Jawatan Penerbangan Militaire Luchtvaart (ML) tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL). Lantaran kebutuhan perang, dia lalu dipindah ke kesatuan pembom, Bommen Werper. Dalam kesatuan baru itulah dia diikutkan dalam berbagai misi ke bermacam daerah.
“Dengan pesawat Glenn Martin, saya ditugaskan ikut dalam berbagai misi pengeboman sampai ke Kalimantan, Malaya dan Thailand,” ujar Boediarto dalam memoarnya, Siapa Sudi Saya Dongengi.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















