- 13 Apr 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 Jun
PADA 1972, Mayjen TNI Sayidiman Suryohadiprojo, Ketua Gabungan III/Personel Departemen Pertahanan dan Keamanan, mengadakan kunjungan ke beberapa negara, termasuk Uni Soviet. Kunjungan pertama kali ini jadi pengalaman penting untuk mengenal Negeri Beruang Merah itu.
Setelah mendarat di Moskow, Sayidiman harus melalui proses yang rumit dan lama. Kopernya digeledah dengan teliti sampai uang yang dibawa pun harus ditunjukkan. Atase Pertahanan (Athan) Laksamana Pertama Suhardjo dan semua atase militer, Atase Darat Kolonel Inf. Sularso dan Atase Udara Kolonel Sunarjo, telah menunggu di luar bandara.
Sayidiman heran mengapa mereka membawa serta keluarganya. Ternyata, itu bukan semata-mata untuk menghormati kedatangannya melainkan kesempatan plesiran. “Dijelaskan kepada saya bahwa di Moskow kesempatan untuk plesir demikian terbatasnya sampai pergi ke airport termasuk pula salah satu cara untuk menenangkan pikiran,” kata Sayidiman dalam otobiografinya, Mengabdi Negara sebagai Prajurit TNI.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















