top of page

Dokter Djawa Tapi Bukan Jawa

Siswa Sekolah Dokter Djawa merupakan orang-orang terpilih. Di antara mereka ada kakek Pahlawan Nasional asal Minahasa Dr. Arnold Mononutu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para mahasiswa dan pengajar di Stovia tahun 1933. (Wikimedia Commons).

20 Feb 2025
3 menit membaca

Diperbarui: 29 Des 2025

LEBIH seabad sejak berada di Nusantara tak membuat orang-orang Belanda membuka pikiran untuk mendidik penduduk setempat menjadi tenaga kesehatan. Urusan kesehatan mereka percayakan pada dokter-dokter kulit putih dan rumahsakit-rumahsakit pemerintah ataupun swasta yang didirikan orang kulit putih.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page