Diperbarui: 4 Agu
PERPLONCOAN di sekolah kedokteran sudah terjadi sejak zaman Belanda. Mohammad Roem (1908–1983) menceritakan pengalamannya diplonco ketika masuk STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen atau Sekolah Pendidikan Dokter Bumiputra) pada 1924. Bahasa Belandannya plonco adalah ontgroening. Kata groen artinya hijau. Murid baru adalah hijau, dan ontgroening dimaksudkan untuk menghilangkan warna hijau itu.
“Dia harus diberi perlakukan agar dalam waktu singkat menjadi dewasa, berkenalan dengan teman-teman seluruh STOVIA,” kata Roem dalam Bunga Rampai dari Sejarah Jilid 3.
Menurut Roem, perploncoan sudah bertahun-tahun dilaksanakan di STOVIA –didirikan tahun 1899–, tetapi belum pernah terdengar kejadian yang tidak sedap atau melampaui batas. Hal ini karena pengawasan yang ketat, sehingga ekses dapat dihindarkan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















