top of page

Dokter Mata Bung Besar

Dokter mata dengan segudang karya. Dipenjara dan menjadi eksil pascaperistiwa G30S 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Sie Boen Lian. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

24 Des 2022
14 menit membaca

SEORANG lelaki berusia 76 tahun mendapat pertanyaan dari platform Quora, “Siapa Liang-Hai Sie dan bagaimana dia bisa sampai ke Belanda?” Sie Liang Hai, namanya, menjawab bahwa ia adalah mahasiswa kedokteran di Universitas Ghent, Belgia, ketika Gerakan 30 September 1965 meletus di Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page