Diperbarui: 21 Sep
JALAN hidupnya unik sekaligus kontroversial. Namanya tercatat dalam sejarah tiga negara: Korea, Jepang, dan Indonesia; sebagai Huh Young, Hinatsu Eitaro, dan Huyung. Dia melakukannya demi cita-citanya sebagai sutradara film; yang bisa membuatnya dicap sebagai seorang kolaborator, pembelot, pahlawan, atau semata orang yang naif dan pragmatis.
Huh Young (ada juga yang menulis Hae Young, Heo Yeong, atau Ho Yong), nama aslinya, lahir di Hamgyong, Korea, pada 21 September 1908. Tak ada catatan tentang keluarga dan masa kecilnya. Ketika beranjak dewasa, dia ingin jadi sutradara, dan mewujudkannya jadi soal sulit jika dia tetap berada di tanah airnya. Sejak 1910, dua tahun setelah dia lahir, Korea menjadi bagian dari wilayah Kekaisaran Jepang.
Huh Young memutuskan pergi ke Jepang untuk belajar film. Usianya masih 17 tahun. Di Tokyo, dia bekerja di studio film Makino Shozo, Bapak Perfilman Jepang, dengan menggunakan nama Hinatsu Eitaro. Masalah keuangan memaksa studio itu tutup pada 1931. Hinatsu lalu bekerja sebagai asisten sutradara di perusahaan film Shochiku. Pada periode ini pula Hinatsu bertemu lalu menikah dengan Hanako, gadis cantik kelahiran Shimane, sebuah provinsi yang juga dikenal sebagai Kyoto kecil, Jepang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.















