top of page

Enam Prasasti Kutukan Sriwijaya

Sriwijaya mengeluarkan enam prasasti kutukan. Kutukan itu ditujukan kepada pemberontak, tukang guna-guna, dan semua orang yang tak patuh pada penguasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Prasasti Karang Berahi yang ditemukan di Jambi. (Dok. Kemendikbud).

22 Jan 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

UNTUK mempertahankan hegemoninya, Sriwijaya, sejauh yang sudah ditemukan, mengeluarkan enam prasasti kutukan. Isinya adalah ancaman bagi mereka yang berani melawan penguasa.


"Prasasti-prasasti yang berisi kutukan adalah salah satu cara Sriwijaya untuk menancapkan hegemoninya. Ini sebagai bukti bagaimana Sriwijaya diakui," ujar Ninie Susanti, arkeolog Universitas Indonesia.


Prasasti kutukan dari masa Sriwijaya yang ditemukan di Palembang, yaitu Prasasti Bom Baru, dan Prasasti Telaga Batu. Prasasti Baturaja ditemukan di Baturaja. Prasasti Kota Kapur ditemukan di Pulau Bangka. Prasasti Karang Berahi ditemukan di Jambi. Sementara Prasasti Palas Pasemah dan Prasasti Jabung ditemukan di Lampung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page