- 27 Jun 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Mar
SEPASANG kakinya melangkah, menyusuri kegelapan, di tengah gerimis hujan. Iskandar bergeming saat langkah bertemu genangan air, tak menghindar. Namun, selembar kertas pengumuman di dinding berhasil menarik perhatiannya. Langkahnya terhenti. Sehelai kertas itu berisi pengumuman jam malam yang diberlakukan tentara pada 1950-an di Bandung.
Usia membaca, dia lanjut melangkah. Tak lama, bunyi serupa suara lonceng terdengar. Enam anggota Corp Polisi Militer (CPM) yang tengah berpatroli menghentikannya. Dia berlari ketakutan. Ternyata sudah lewat jam malam. Dia lolos dari kejaran. Saat memasuki sebuah rumah, tunangannya sudah menunggunya. “Is...,” sapa Norma, mesra.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















