Diperbarui: 1 Okt
MILITER Belanda makin kuat dan keras kepada pejuang Aceh. Kala itu mereka sudah memiliki pasukan pemburu, yaitu Marsose. Pasukan ini tak menanti datangnya musuh, tetapi memburunya sampai ke dalam hutan.
Namun, mereka mendapatkan perlawanan sengit dari pejuang Aceh yang gigih. Seperti pertempuran yang terjadi di Keurentoe, Matangkuli, pada 1899. Pada tahun itu, Teuku Umar diburu dan mati pada 11 Februari 1899 di Meulabouh.
Anton Stolwijk dalam Aceh: Kisah Datang dan Terusirnya Belanda dan Jejak yang Ditinggalkan mencatat, antara tahun 1899 dan 1909 di pihak Aceh lebih dari 20.000 korban tewas, sedangkan di pihak Belanda sekitar 500 orang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















