top of page

Gincu yang Mewarnai Waktu

Lipstik hampir setua peradaban manusia. Awalnya tidak merujuk pada jenis kelamin tertentu tetapi sebagai pembeda status sosial.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Perempuan dan lipstik. Foto: pexels.com.

24 Apr 2018
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

PEREMPUAN kerap selalu ingin terlihat berbeda dari orang lain. Untuk itu mereka melakukan berbagai macam cara. Antara lain memakai gincu dan riasan wajah agar mengubah penampilan.


Keberadaan gincu, atau lebih dikenal dengan lipstik, hampir setua peradaban manusia. Menariknya, lipstik pada awalnya tidak merujuk pada jenis kelamin tertentu, tetapi menjadi pembeda status sosial. Bagaimana lipstik mewarnai perjalanan waktu? Demikian asal-usulnya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page