top of page

Heydrich, Jagal Nazi Berhati Besi

Orang yang bertanggungjawab atas holocaust di kamp-kamp konsentrasi. Kebencian pada Yahudi diturunkan dari orangtuanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

SS-Gruppenführer Reinhard Tristan Eugen Heydrich, pelaksana holocaust yang bertanggungjawab atas jutaan Yahudi korban Nazi (Foto: nac.gov.pl)

25 Jul 2020
7 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

DI mobil Mercedes 320 convertible hijau yang menggelinding dari rumahnya menuju markasnya di Kastil Praha, 27 Mei 1942 pukul 10.32, SS-Gruppenführer (setara jenderal) Reinhard Heydrich mengobrol santai dengan sopir cum pengawalnya, Oberscharführer (sersan mayor) Hans Klein. Namun tak lama usai melewati tikungan di Distrik Libeň, sang Reichsprotektor Bohemia dan Moravia (kini Rep. Ceko) itu terkejut. Seorang pemuda membidikkan senapan mesin ringan Sten ke arahnya.


Seketika Heydrich panik. Untung dia bisa mengendalikan diri untuk kemudian mengambil pistol Luger dari pinggangnya. Lebih beruntung lagi, si pemuda itu gagal melepaskan tembakan lantaran Sten-nya macet.


Tetapi hanya sampai di situ keberuntungan Heydrich. Saat ia tengah gencar membalas tembakan dan memerintahkan Klein mengejarnya, seorang pemuda lain melemparkan granat dari arah belakang dan meledak mengenai ban belakang mobil berplat SS 3 itu. Paru-paru, limpa, dan tulang rusuk Heydrich terluka oleh pecahan granat itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page