top of page

Hoegeng, Polisi Anti Suap

Hoegeng tetap bersih di tengah kepungan praktik suap dan perilaku menjilat. Namanya kemudian dikenang sebagai polisi jujur.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kapolri Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso dan istri. (IPPHOS/Perpusnas RI).

23 Jun 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 29 Apr

KAPOLRI Jenderal Hoegeng Iman Santoso tahu betul bagaimana kentalnya tradisi menjilat di kalangan pejabat Orde Baru. Demi bercokol dalam lingkaran kekuasaan, mereka berusaha menarik simpatik Presiden Soeharto sekalipun dengan cara memalukan. Lapangan golf biasanya menjadi arena dimana praktik menyanjung dan melobi itu dilancarkan.


Dalam suatu wawancara dengan George Junus Aditjodro, wartawan Tempo pada akhir 1970, terkuaklah kejengkelan Hoegeng. Dia mengungkapkan tentang seorang pejabat kabinet yang suka menjalankan aksi tersebut. Namanya, Maraden Pangabean, Menhankam/Pangab.


Panggabean rela membeli stik golf paling mahal untuk menjadi rekan main golf Soeharto. Namun, saat permainan dia kerap mengalah atau pura-pura tak mampu melawan Soeharto. Saat itulah Panggabean mengeluarkan  jurusnya: memuji-muji permainan golf Soeharto.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page