top of page

Hollywood dari Masa ke Masa (Bagian II–Selesai)

Hollywood berkembang menjadi pusat industri perfilman dunia. Papan nama Hollywood jadi saksi kesuksesan dan keputusasaan di dunia hiburan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Signage Hollywood mulanya Hollywoodland yang didirikan pada 1920-an. Hollywood menjadi pusat industri perfilman ketika para produser film membangun studio di sana sejak 1910-an. (Wikimedia Commons).

15 Jan 2025
6 menit membaca

Diperbarui: 31 Des 2025

SEPERTI halnya Lembah Cahuenga yang memukau banyak turis yang berkunjung ke Hollywood di abad ke-19, gambar bergerak yang kini dikenal sebagai film juga sukses menarik perhatian banyak orang sejak kemunculannya di tahun 1890-an. Rasa takjub dan penasaran terhadap benda ajaib karena menampilkan gambar bergerak itu pula yang membuat orang-orang berkumpul untuk melihat Kinetoskop Thomas Edison, salah satu atraksi utama di Chicago’s World Fair tahun 1893. Setahun berselang, Edison membuka anjungan yang menampilkan rekaman adegan pertunjukan vaudeville, sirkus, dan rodeo di Broadway, New York City, yang disebut sebagai prototipe bioskop pertama.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page