- Amanda Rachmadita
- 23 Nov 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 4 Jan
ASOSIASI seni Pita Maha, yang didirikan pada 29 Januari 1936 di Ubud, menaungi sekitar 150 seniman dari berbagai desa di Pulau Dewata. Salah satunya adalah I Nyoman Ngendon, pelukis yang menjadi ikon utama seni lukis aliran Batuan era 1930-an hingga 1940-an. Ngendon belajar melukis dari I Dewa Nyoman Mura. Menurut antropolog Amerika, Hildred Geertz dalam Storytelling in Bali, Ngendon membuat lukisan pertamanya pada 1933 ketika berusia sekitar 22 tahun. Selain aktif melukis, pria yang pernah terlibat dalam pertunjukan drama tari siang hari untuk orang asing itu juga seorang penjual ukiran kayu untuk turis. Ia juga disinyalir pernah bekerja di toko ukiran kayu yang dikelola oleh Brahmana Siwa, ayah dari teman dekatnya, Ida Bagus Putu Boen Sentoelan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












