top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Mengenal Kelompok Seni Pita Maha

Pita Maha merupakan nama kelompok seni yang didirikan di Ubud pada 1930-an. Meski aktivitas kelompok ini terhenti imbas Perang Dunia II dan pendudukan Jepang di Indonesia, karya-karyanya masih terus diminati hingga dipamerkan di luar negeri.

19 Okt 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Golden deer struck by Rama's arrow karya Anak Agung Gede Raka merupakan salah satu karya seni yang termasuk dalam koleksi Pita Maha. (Riyono Rusli/Historia.ID).

  • 19 Okt 2024
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 11 Jan

KOLEKSI seni Pita Maha merupakan satu di antara sejumlah koleksi artefak bersejarah yang ditampilkan dalam Pameran Repatriasi 2024 yang diselenggarakan di Museum Nasional Indonesia sejak 15 Oktober lalu. Koleksi yang terdiri dari 132 items, mulai dari lukisan hingga patung kayu, itu sebelumnya masuk dalam daftar benda-benda cagar budaya Indonesia yang dikembalikan dari Belanda pada tahun lalu. Setelah kembali ke tanah air, sebanyak 84 items dari 132 karya seni yang termasuk dalam koleksi Pita Maha dapat dilihat langsung oleh publik di pameran repatriasi.


Bagi sebagian orang, Pita Maha dipandang sebagai nama koleksi karya seni yang ditampilkan dalam pameran repatriasi. Namun, Pita Maha sesungguhnya merupakan sebuah nama kelompok seni yang didirikan di Bali pada tahun 1930-an.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page