top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Perupa Pita Maha yang Karyanya Disukai Sukarno

Presiden Sukarno tertarik dengan lukisan karya Ida Bagus Made “Poleng”. Ia meminta anggota Pita Maha itu membuat lukisan untuk PBB.

20 Des 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Lukisan berjudul "Women bathing in the river" karya Ida Bagus Made ''Poleng'' ditampilkan dalam Pameran Repatriasi 2024 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. (Amanda Rachmadita/Historia.ID).

  • 21 Des 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 1 Jan

KEINDAHAN Pulau Dewata telah menarik banyak wisatawan asing. Para turis yang kebanyakan berasal dari Eropa tak hanya terpukau oleh panorama alam, tetapi juga terpesona dengan beragam karya para perupa Bali. Salah satu perupa yang menonjol dan dianggap tokoh penting dalam penciptaan gaya baru seni lukis Bali yang berkembang sejak akhir tahun 1920-an adalah Ida Bagus Made “Poleng”.


Sejarawan Australia, Adrian Vickers, menulis dalam Balinese Art: Painting and Drawings of Bali 1800-2010, selain menjadi salah satu pelukis tahun 1930-an yang tetap berdedikasi pada seni, Ida Bagus Made “Poleng” merupakan pemimpin dalam mengembangkan gaya Ubud. Ia juga menyusun ulang adegan dalam kisah kuno mitologi Bali seperti Rajapala menjadi gambar pedesaan yang indah, dan mengembangkan erotisme yang halus, tetapi tetap memiliki kesan kontemporer.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page