top of page

Intelektual Muda Tukang Kritik

Gerakan Mahasiswa Sosialis kerap mengkritik ketidakberesan pemerintah. Ikut menjatuhkan Sukarno dan mendirikan Orde Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Konferensi Mahasiswa Asia Afrika di Bandung, 30 Mei 1956. (Perpusnas RI).

2 Mar 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 23 Des 2025

MENJELANG ulang tahun pertama Gerakan Pemuda Sosialis (GPS) pada September 1955, sekelompok anggota GPS Seksi Perguruan Tinggi berdiskusi. Mereka mengudar sifat, peran, dan ideologi pergerakan mahasiswa di Indonesia, yang menurut Maruli Silitonga dalam “Gerakan Mahasiswa Sosialis”, termuat di Bunga Rampai Sosialisme, “keorganisasiannya bersimpang siur.” 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page