Diperbarui: 4 hari yang lalu
SEBAGAI mantri alas di Bojonegoro, Jawa Timur, Soetikno Kartoprawiro kerap bertugas menjaga hutan siang dan malam. Dia harus siap dan berani menghadapi pencuri kayu jati yang seringkali nekat. Tak tahan, Soekati, istrinya, usul kembali ke Blora, tempat orangtuanya tinggal. Ayah Soekati, Harun Parto Koesoemo, berasal dari Solo, masih darah biru, namun karena konflik keluarga dia menetap di Blora.
Soetikno mengalah. Dia pun keluar kerja. Pindahlah pasangan ini. Di Blora, daerah miskin yang dipenuhi batu kapur nan tandus, Soetikno menjadi “agen Singer” lalu membuka usaha jahitan, sementara istrinya merintis usaha batik dan membuka toko.
Pasangan ini sudah memiliki dua anak perempuan. Pada 24 September 1924, Soekati melahirkan seorang bayi lelaki yang diberi nama Ali Moertopo –kelak, semua anak lelaki mereka punya nama depan “Ali”, diambil dari nama keluarga Soekati.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















