top of page

James Gavin, Jenderal Penerjun di Perang Dunia II

Tak hanya duduk di kantor mengawasi pasukannya, James Gavin juga ikut terjun. Dia termasuk jenderal termuda dalam sejarah Amerika Serikat.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letnan Jenderal James M. Gavin (1907–1990). (Wikimedia Commons).

27 Okt 2022
3 menit membaca

Diperbarui: 4 Mei

MISI Boston merupakan salah satu misi pentingdalam Operasi Pendaratan Normandia pada 6 Juni 1944. Tujuannya untuk mengamankan kota di belakang garis pertahanan tentara Jerman di Pantai Utah. Kota Sainte-Mère-Église akhirnya berhasil diduduki satuan-satuan penerjun Divisi 82.


Tiga bulan kemudian, Divisi 82 terlibat lagi dalam operasi penerjunan di Belanda. Operasi itu disusun dan dipimpin oleh Jenderal Bernard Law Montgemory, yang pernah mengalahkan pasukan Jerman di bawah Jenderal Erwin Rommel di El Alamein, Mesir.


Ketika operasi bersandi Market Garden itu digelar pada 17 September 1944, Divisi 82 dipimpin Mayor Jenderal James Maurice “Slim Jim” Gavin. Dalam operasi itu, Gavin tidak duduk di balik meja. Dia ikut terjun di Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page