top of page

Jatuh Bangun Kaum Abangan

Perubahan sosial politik membuat kaum abangan mengalami kemunduran. Kini minoritas di antara orang Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi kaum abangan di Jawa. (Betaria Sarulina/Historia.ID).

25 Des 2022
10 menit membaca

Diperbarui: 31 Mar 2025

DALAM tulisan saya yang dimuat Historia.ID tentang “Asal Usul Kaum Abangan”, saya menguraikan sejarah mengapa golongan sosial itu dianggap sebagai “muslim nominal” atau “Muslim KTP”. Golongan ini terdiri dari orang Jawa yang tidak menjalankan rukun Islam sepenuhnya, yang rupanya berasal dari reaksi terhadap gerakan pemurnian Islam di dalam masyarakat Jawa yang berkembang sejak kira-kira pertengahan abad ke-19. Dalam artikel ini, kita akan membahas informasi sejarah yang menjelaskan perubahan yang mendasar dalam masyarakat Jawa satu abad sesudah itu. Kita akan memusatkan perhatian baik kepada sejarah politik maupun sejarah institusi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Aung San Suu Kyi tidak menyebut etnis Rohingya dalam tulisannya tentang sejarah Arakan. Padahal jejak mereka di Arakan terlacak sejak abad 15.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
Penyintas meminta jaminan Menkopolhukam agar lokasi kuburan massal tidak dirusak demi terjaganya bukti-bukti pembantaian massal 1965-1966.
transparant.png
bottom of page