- 30 Agu 2022
- 6 menit membaca
Diperbarui: 29 Jul
LANGIT masih gelap ketika sekelompok kecil orang sibuk mempersiapkan proyek prestisius di Lapangan terbang Marienehe, Rostock, Jerman pada 27 Agustus 83 tahun silam. Selain tidak ingin diketahui publik, persiapan sengaja dilakukan di pagi buta agar keamanan lebih terjaga. Maklum, kesiagaan di Jerman telah ditingkatkan seiring negeri itu hendak menyerang Polandia, yang membuka Perang Dunia II.
Di antara yang sibuk menjelang pukul 04 pagi itu, ada Erich Warsitz, seorang test-pilot perusahaan pembuat pesawat Heinkel Flugzeugwerke. Dia mengecek segala kesiapan pesawat yang akan dipilotinya. Lantaran penerbangannya bakal menjadi penerbangan perdana untuk sebuah jenis pesawat, pengecekan dilakukan ketat. Warsitz pun dibuatnya jadi gelisah.
“Menjadi perokok berat, saya akan menyalakan beberapa batang rokok tambahan sebelum penerbangan seperti itu, dan itu dipakai terutama ketika, menetap di kokpit setelah sinyal siap, mesin diperiksa untuk terakhir kalinya dan seseorang akan berteriak: “Berhenti, matikan, ada katup yang longgar di sini!” Kemudian saya harus turun lagi. Ini membuat seseorang gelisah!” ujar Warsitz sebagaimana dikutip anaknya, Lutz Warsitz, dalam The First Jet Pilot: The Story of German Test Pilot Erich Warsitz.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















