top of page

Karya-karya Soenarto Pr., Sang Perupa Sederhana

Soenarto Pr, seniman serba bisa yang cakap menafsirkan zaman di atas kanvas hingga karya patung.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan "Pengamen" karya Soenarto Pr di Pameran Lini Transisi di Galeri Nasional Jakarta. (Randy Wirayudha/Historia.ID).

14 Agu 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 24 Jul

DUA pengamen menjalankan aksidi atas sebuah bus kota. Seorang memainkan gitar, rekannya menengadahkan topi untuk wadah uang “sumbangan”. Beberapa penumpang tampak menyiapkan recehan untuk diberikan, sementara yang lain cuek. Gambaran kehidupan di metropolitan yang umum itu hadir dalam sebuah lukisan di pameran bertajuk “Lini Transisi” di Galeri Nasional, Jakarta.


Lukisan cat minyak di atas kanvas berukuran 99 x 99 cm itu karya Soenarto Pr. Judulnya “Pengamen”, dibuat pada 1988. Lukisan milik Museum Seni Rupa dan Keramik itu jadi salah satu dari 50 karya lukis, patung, dan seni instalasi yang di-display dalam pameran yang digelar kurun 1-31 Agustus 2019.


Karya Soenarto itu ditampilkan di antara sejumlah karya pelukis tenar lain seperti S. Sudjojono, Affandi, Basoeki Abdullah, hingga Hendra Gunawan. Menurut kurator pameran dan Galeri Nasional Suwarno Wisetrotomo, lukisan “Pengamen” turut menggambarkan salah satu sisi kehidupan kelas bawah di masa perubahan dan peralihan pasca-kemerdekaan dalam dekade 1950-an sampai 1980-an.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page