top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Sang Pelukis Rakyat

Sukarno disambut gelandangan di acara pembukaan pamerannya.

Oleh :
Historia
21 Feb 2013

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Hendra Gunawan. (Arsip IVAA).

  • 22 Feb 2013
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 12 Jun 2025

SUKARNO ingin merayakan ulangtahun pertama kemerdekaan Indonesia dengan pesta seni lukis. Dia meminta pelukis Hendra Gunawan pameran tunggal. Perhelatan digelar di gedung Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) Jl. Malioboro, Yogyakarta.


Di luar protokoler, Hendra diam-diam mengumpulkan puluhan gelandangan dengan penampilan kere untuk menjadi tuan rumah pameran. Protokol presiden menolak gagasan itu. Hendra bergeming. Saat pameran dibuka, Sukarno disambut para gelandangan. Sukarno terkejut, tetapi dia mengangguk dan memeluk Hendra.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Westerling Terkulai Dirudal Jerman

Sebelum jadi "jagal" di Indonesia, Kapten Westerling harus merasakan pahitnya rudal Jerman dalam PD II. Berbulan-bulan dia harus dirawat di Inggris.
Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Di Balik Tiga Koleksi Indonesia yang Dikembalikan dari Belanda

Belanda serahkan lagi tiga benda bersejarah kepada Indonesia. Arca Siwa, Prasasti Damalung dan sebuah Al-Quran direpatriasi untuk disimpan di Museum Nasional.
Before the Rise of Tarumanagara

Before the Rise of Tarumanagara

Before Tarumanagara, there was a civilization called Buni. What is the story of Tarumanagara's origin?
Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Nasib Pahit Kapal Perang Gegara Toilet

Alami malfungsi binatu dan toilet, kapal induk AS ditarik mundur usai operasi menyerang Iran. Kisah lebih getir pada Perang Dunia II dialami U-Boat Jerman.
Invasi Kelinci

Invasi Kelinci

Bagaimana mungkin makhluk yang tampak rapuh dan menggemaskan itu bisa menjadi ancaman nasional yang membikin pemerintah kalang kabut?
bottom of page