top of page

Sang Pelukis Rakyat

Sukarno disambut gelandangan di acara pembukaan pamerannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Hendra Gunawan. (Arsip IVAA).

22 Feb 2013
3 menit membaca

Diperbarui: 12 Jun 2025

SUKARNO ingin merayakan ulangtahun pertama kemerdekaan Indonesia dengan pesta seni lukis. Dia meminta pelukis Hendra Gunawan pameran tunggal. Perhelatan digelar di gedung Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) Jl. Malioboro, Yogyakarta.


Di luar protokoler, Hendra diam-diam mengumpulkan puluhan gelandangan dengan penampilan kere untuk menjadi tuan rumah pameran. Protokol presiden menolak gagasan itu. Hendra bergeming. Saat pameran dibuka, Sukarno disambut para gelandangan. Sukarno terkejut, tetapi dia mengangguk dan memeluk Hendra.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page