top of page

Kaum Hawa di Jalan Sosialisme

Gerakan Wanita Sosialis berusaha meraih simpati perempuan sampai ke desa. Gagal jadi pengumpul suara PSI pada Pemilu 1955.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ny. Tauchid, istri Mochamad Tauchid, anggota PSI, memimpin rapat Gerakan Wanita Sosialis pada Kongres II PSI di Jakarta, 5-11 Juni 1955. (Repro Suara Sosialis; Maret 1958).

3 Mar 2024
2 menit membaca

Diperbarui: 23 Des 2025

PEMILU 1955 sudah dekat. Siti Wahjunah Sjahrir, istri Sutan Sjahrir, biasa disapa Poppy Sjahrir, berkeliling Jawa untuk kampanye Partai Sosialis Indonesia (PSI). “Saya berkunjung ke daerah-daerah karena di sana banyak perempuan tidak tahu sama sekali soal organisasi dan politik,” kata Poppy kepada Erwiza Erman, peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, dalam proyek sejarah lisan di Arsip Nasional Republik Indonesia, 3 Mei 1984.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page