top of page

Ketahanan Pangan Masyarakat Jawa Kuno

Strategi ketahanan pangan masyarakat Jawa Kuno dalam menghadapi berbagai ancaman.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tanaman (paling kiri) dalam relief Karmawibhangga di Candi Borobudur. (Kassian Cephas).

13 Mar 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 25 Jun

PADA awal pandemi Covid-19, banyak orang panik dan memborong bahan makanan pokok di pusat perbelanjaan. Mereka khawatir pasokan bahan pangan terganggu akibat pandemi. Strategi ketahanan pangan pun diperlukan untuk menghadapi masa sulit.


"Karena pada kondisi luar biasa seperti sekarang, yang biasanya normal jadi tidak normal, bagaimana strategi persiapan kita menghadapi kondisi ini? Apakah strategi itu sudah dilakukan oleh masyarakat Jawa Kuno?" kata Agni Sesaria Mochtar, arkeolog Balai Arkeologi Yogyakarta, dalam diskusi daring berjudul "Ketahanan Pangan pada Masa Jawa Kuna" yang diadakan Balai Arkeologi Yogyakarta, Rabu (10/3/2021).


Agni mengatakan, ancaman yang dihadapi masyarakat Jawa Kuno dapat diketahui dari catatan prasasti dan tinggalan arkeologi. Respons atau persiapan mereka dalam menghadapi ancaman salah satunya dengan teknologi pangan. Mereka diperkirakan sudah memiliki sistem ketahanan pangan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto nyentrik dan eksentrik dalam penampilan, perkataan, dan keyakinan. Jenderal humoris dan dekat dengan anak buah. Penyayang anak-anak dan pelindung umat Buddha.
bg-gray.jpg
Terlantar di negeri orang. Eks romusha bersama buruh Indonesia melakukan aksi propaganda, boikot, hingga pemogokan di Singapura.
bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Inilah muasal syal, kipas bagi penguasa, jas untuk acara resmi, dan fungsi dasi.
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Tiada yang mustahil dalam sepakbola, termasuk ketika berpuasa. Toh, Rasulullah Saw. bersabda, “berpuasalah, niscaya kalian akan sehat.”
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Trauma itu tak pernah hilang. Namun Kroasia tetap menatap ke depan hingga bisa berbangga dengan prestasi di Piala Dunia.
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Para pengunjung dibawa tenggelam dalam sajian penuh kenangan di Festival Mesin Waktu 2019
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Secara resmi Perang Korea belum berakhir. Dan perseteruan pun masih kerap terjadi, yang antara lain diredakan dengan sebuah lapangan golf.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
Lewat kemenangan 6-1 Spurs membuat Old Trafford jadi kuburan bagi pemiliknya. Mengulang sejarahnya.
transparant.png
bottom of page