top of page

Kedaulatan Pangan Kedaulatan Angan-Angan

Jika tikus hanya mengerat bahan makanan yang disimpan di lumbung, maka di sektor agraria, manusia korup menggerogoti keuntungan yang diperoleh dari hasil pertanian. Makin berkuasa seseorang, maka makin besar celah baginya untuk memakan apapun yang bukan haknya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi oleh Betaria Sarulina dan M.A. Yusuf/Historia.ID.

6 Des 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 4 Jan

DALAM konteks politik dan ekonomi, kata ‘pangan’ kerap dilekatkan dengan ‘kedaulatan’. Kedaulatan pangan merupakan jalan untuk mencapai ketahanan, keamanan, dan kesejahteraan hidup masyarakat. Dan pada masa-masa jelang pemilihan umum, para calon presiden dan pasangannya kerap menggunakan ‘kedaulatan pangan’ sebagai jargon kampanyenya. Namun siapapun yang pernah terpilih menjadi presiden Indonesia, pada kenyataannya tidak kunjung mampu memenuhi kondisi pangan yang berdaulat untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang makmur dan sejahtera.    

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
transparant.png
bottom of page