top of page

Alam Indonesia yang Tercerabut dari Akar Sejarahnya

Dari dekade ke dekade rakyat telah menjadi korban dari kebijakan eksploitasi alam secara masif yang berlindung di balik Pasal 33 (ayat 3) Undang-Undang Negara Republik Indonesia: “Bumi, air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat”.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi oleh Betaria Sarulina dan M.A. Yusuf/Historia.ID

29 Nov 2024
5 menit membaca

Diperbarui: 25 Nov 2025

TEMA debat Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada minggu, 21 Januari 2024 lalu menyoal pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup, sumber daya alam dan energi, pangan, agraria, serta masyarakat adat dan desa. Semua hal itu memang sarat dengan permasalahan aktual terkait kebijakan dan kesungguhan pemerintah dalam mengelola sumber daya alam yang memberikan kemaslahatan baik untuk masyarakat adat maupun keberlanjutan lingkungan alam itu sendiri.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
transparant.png
bottom of page