top of page

Ketika JFK Nyaris Meregang Nyawa di Perang Pasifik

Merasa tak mendapat tantangan, JFK minta diterjunkan ke front. Kapalnya terbelah dua, JFK jadi pahlawan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lettu JFK alias John Fitzgerald Kennedy yang menakhodai kapal MTB "PT-109" di front Pasifik (jfklibrary.org/navy.mil)

2 Agu 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 16 Feb

TIADA secercah pun cahaya bulan di Selat Blackett, perairan Kolombangara, Kepulauan Solomon dini hari 2 Agustus 1943 itu. Tetapi dengan setengah nekat Mayor Laut Kohei Hanami memutuskan untuk menambah kecepatan kapal yang dinakhodainya, kapal perusak Amagiri, untuk menembus kegelapan nan pekat itu.


Mayor Hanami masih terbebani tugas untuk memimpin konvoi angkut pasukan darat beserta kargo amunisi, makanan, dan beberapa suplai lain dari Rabaul ke Vila di selatan Pulau Kolombangara. Amagiri dari satuan Flotilla Perusak ke-11 Kaigun (Angkatan Laut Jepang) jadi ujung tombak konvoi yang juga diperkuat tiga kapal perusak lainnya: Arashi, Shigure, dan Hagikaze.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page