top of page

JFK dari Front Pasifik ke Berlin yang Luluh Lantak

JFK veteran Perang Pasifik yang beralih jadi jurnalis. Meliput Konferensi Potsdam dan kehancuran Berlin.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Usai jadi purnawirawan AL Amerika, John Fitzgerald Kennedy beralih jadi jurnalis (kennedy-center.org/JFK Diary)

9 Agu 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 16 Feb

KEGELAPAN nan pekat perlahan buyar di langit Selat Blackett, Kepulauan Solomon, Pasifik Selatan saat pagi (2/8/43) menyapa. Letnan Satu (Lettu) John Fitzgerald Kennedy alias JFK menatap nanar pada puing-puing kapalnya, motor torpedo boat (MTB) PT-109 dan para krunya.


Beberapa jam sebelumnya, kapal yang dinakhodai Lettu JFK itu dihantam kapal perusak Jepang, Amagiri, hingga terbelah dua dan terbakar sebelum meluncur ke dasar laut. Ian Martin dalam In Harm’s Way: JFK, World War II, and the Heroic Rescue of PT 19 mencatat, dari 12 krunya, dua di antaranya langsung tewas di tempat. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page