- 21 Mar 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 18 Mei
SESUAI janjinya, pemerintahan Presiden Donald Trump kembali merilis arsip-arsip mengenai pembunuhan Presiden John F. Kennedy (JFK) di National Archives pada Selasa (18/3/2025) waktu setempat. Lebih dari 63 ribu halaman yang terbagi dalam 2.200 arsip kini sudah bisa diakses oleh publik di laman resmi National Archives and Records Administration.
Presiden JFK ditembak saat mengunjungi Dallas, Texas pada 22 November 1963. Nyawanya tak tertolong. Dalam serangkaian penyelidikan Komisi Warren ditemukan seorang pelaku tunggal, Lee Harvey Oswald. Namun banyak kalangan tak percaya Oswald bertindak seorang diri. Banyak spekulasi hingga teori-teori konspirasi di balik itu pun muncul.
“Di mana ada kasus pembunuhan, di situ akan selalu ada perdebatan-perdebatan dan pada titik tertentu memunculkan teori-teori konspirasi. Itu tidak akan berubah walaupun ada atau tidaknya arsip atau dokumen lain,” ujar sejarawan Prof. David Barrett, dikutip BBC, Kamis (20/3/2025).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















