- 27 Des 2023
- 5 menit membaca
Diperbarui: 18 Mei
KENDATI sempat tertunda, Badan Arsip Amerika Serikat (National Archives and Records Administration/NARA), akhirnya merilis hampir 1.500 arsip tentang pembunuhan Presiden John F. Kennedy pada 15 Desember 2021. Langkah itu diambil berdasarkan memo Presiden Joe Biden pada 22 Oktober 2021.
Arsip dan dokumen yang dibuka untuk umum itu berasal dari Badan Intelijen Pusat (CIA) dan Biro Investigasi Federal (FBI). Arsip-arsip itu semestinya dibuka pada April 2018, namun Presiden Donald Trump memilih menundanya.
Arsip pembunuhan Kennedy mesti dibuka secara berangsur sejak Kongres mengeluarkan President John F. Kennedy Assasination Records Collection Act pada 1992. Arsip-arsip itu dibuka setelah melalui tinjauan Assasination Records Review Board (ARRB). Terlebih sejumlah sejarawan dan publik tak percaya pada laporan Komisi Warren bahwa pembunuhan terhadap Kennedy pada 22 November 1963 dilakukan hanya oleh eks anggota Marinir AS, Lee Harvey Oswald.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















