top of page

8 April 1970: Sekolah Dasar di Mesir Dibombardir AU Israel

Para bocah di desa miskin Mesir tak tahu sekolah mereka akan dibom oleh AU Israel. Pamit mereka ke orangtua untuk sekolah berubah menjadi pamit terakhir.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Reruntuhan sekolah dasar di Bahr El-Baqar yang dibom pesawat tempur Israel. (Wikimedia Wommons).

8 Apr 2020
5 menit membaca

Diperbarui: 13 Mar

HARI ini, 8 April 1970, 50 tahun silam. Ahmed Demeri, bocah berusia delapan tahun penduduk Desa Bahr El-Baqar di Sharqiyah, Mesir, bersama teman sebangkunya yang juga bernama Ahmed, pagi itu sedang antusias memperhatikan guru matematika menerangkan pelajaran. Saat tengah serius mengikuti pelajaran itulah pensil Demeri terjatuh. Demeri langsung membungkukkan badannya untuk mengambil pensilnya di bawah meja.


Namun, dia tak sempat kembali ke posisi duduknya semula karena sesuatu yang mengerikan tiba-tiba mendatangi kelas dan sekolah mereka. Demeri tak ingat apa-apa lagi setelah membungkukkan badannya.


Saat itu, Mesir dan negara-negara Arab sedang berperang melawan Israel dalam Perang Atrisi. Setelah kalah dari Israel dalam Perang Enam Hari (1967), pertempuran skala kecil antara negara-negara Arab dan Israel terus terjadi. Negara-negara Arab menetapkan kebijakan “Three nos”, yang menetapkan larangan perdamaian dengan Israel, larangan pengakuan terhadap Israel, dan larangan negosiasi dengan Israel sebagai prasyarat sebelum tindakan militer skala besar bisa diambil untuk merebut kembali Sinai Timur, wilayah Mesir yang direbut Israel.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page