Diperbarui: 25 Agu
BUNG KARNO merupakan pecinta seni sekaligus seniman. Salah satu kesenian yang paling disukainya adalah tari. Ia suka menari, bahkan Bung Karno menciptakan tari Lenso. Bung Karno juga kerap mengundang banyak penari untuk pentas di Istana. Salah satu tari yang kerap diundang untuk tampi di Istana adalah tari Bambangan Cakil.
“Dahulu Presiden Sukarno sering mengundang pethilan (versi singkat red.) tari Bambangan Cakil oleh Bu Suwarni dan Pak Sucipto. Pak Karno menghendaki yang gendangi Pak Narto Sabdo diiringi oleh karawitan RRI Jakarta,” kata Dhanang Respati, dosen Program Studi Sejarah Universitas Diponogoro, dalam wawancara daring dengan Historia.ID.
Pak Narto yang dimaksud Dhanang adalah Ki Narto Sabdo, seniman serba bisa. Ia banyak dikenal sebagai pencipta gending-gending Jawa dan lakon-lakon wayang kulit. Perjalanan karier Ki Narto Sabdo tidak terlepas dari peran Ki Sastro Sabdo, pendiri wayang orang Ngesti Pandowo.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












